Setelah mengurus dan memimpin Perludem selama lebih dari sepuluh tahun, pada Juni 2016, Didik Supriyanto melepas jabatan Ketua Pengurus Yayasan Perludem. Dia bersama sejumlah mantan anggota Panwas Pemilu (Pusat) dan Panwas Pemilu Provinsi pada Pemilu 2004 mendirikan Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem).
Awalnya para mantan tersebut berniat membantuk kelompok arisan atau forum kangen-kangenan. Namun menyaksikan persiapan Pilkada 2005+ yang tertatih-tatih, orang-orang panwas ini aktif kembali. Beberapa pihak malah mendorong agar mereka membentuk lembaga pemantau pemilu. Jadilah Perludem.
Ketika didirikan, Perludem berbadan hukum perkumpulan. Namun dalam perjalanannya berubah menjadi yayasan, dengan pertimbangan agar geraknya lebih gesit. Perubahan dari perkumpulan ke yayasan ini disepakati oleh anggota perkumpulan meski hanya diabsen melalui telepon dan email. Maklum tidak ada dana untuk mengupulkan semua anggota yang tersebar di seluruh Indonesia.
Didik Supriyanto menjadi pengurus bersama Titi Angraini dan Rahmi Sosiawaty. Sementara Topo Santoso dan Siti Noordjanah menjadi pembina. Titi kemudian diangkat menjadi direktur eksekutif agar fokus untuk menggerakkan Perludem, sebab Didik masih harus menjalankan tugasnya sebagai jurnalis.
Setelah memimpin Perludem lebih dari sepuluh tahun, Didik melepaskan jabatan ketua pengurus. Namun dia diminta pembina yang lain untuk menjadi ketua pembina.