Illustration

Salam Kenal,

Saya didiksupriyanto

Profil

Saya lahir di Tuban, Jawa Timur, 1966. Sekolah SD Negeri 1 Tawaran, SMP Negeri 1 Jatirogo, Tuban, dan SMA Negeri 3 Padmanaba Yogyakarta. Tamat S1 Ilmu Pemerintahan Fisipol UGM Yogyakarta (1994), S2 Ilmu Politik FISIP UI Jakarta (2009), dan S1 Ilmu Hukum Universitas As-Syafi'iyah Jakarta (2024).

Jurnalis adalah profesi yang saya tekuni selepas kuliah. Sebagai jurnalis, saya pernah bekerja di tabloid Detik, tabloid Target, dan tabloid Adil. Saya adalah wakil pemimpin redaksi www.detik.com (1999-2012), lalu pemimpin redaksi www.merdeka.com dan Kapanlagi-Grup (2012-2016). Pernah menjadi sekjen AJI Indonesia (1999-2001), Badan Pekerja Dewan Pers (2001), dan Kepala Sekolah Jurnalisme AJI (2012-2014).

Menjelang Pemilu 2004, atas rekomendasi AJI Indonesia, saya terpilih menjadi anggota Panwas Pemilu 2024 (2003-2004). Selesai menjadi petugas pemilu, sambil terus menjalani profesi jurnalis, saya dan kawan-kawan eks-Panwas Pemilu 2004, mendirikan Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem). Saya dipercaya sebagai Ketua Dewan Pengurus (2004-2015), Anggota Dewan Pembina (2015-2020), dan Ketua Dewan Pembina (2020-2025).

Setelah menekuni dunia jurnalisme selama 25 tahun, saya meninggalkan profesi tersebut pada pertengahan 2016 untuk memasuki “dunia lain”. Secara resmi saya mengundurkan diri dari keanggotaan AJI Jakarta, lalu melakukan berbagai macam kegiatan sepanjang wilayah Tuban-Blora-Purwodadi-Semarang. Kemudian saya dipercaya menjadi Komisaris Independen PT Asuransi Bangun Askrida (2018-2020).

Tanpa pemberitahuan sebelumnya, saya disodori Keputusan Presiden Nomor 30/P Tahun 2020 tanggal 22 Maret 2020 tentang Pergantian Antarwaktu Anggota Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum (DKPP). Intinya, saya diangkat menjadi Anggota Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (2020-2022) untuk menggantikan Pak Harjono yang diangkat Presiden menjadi Ketua Dewan Pengawas KPK. Jadilah saya mengurusi pemilu kembali.

Konsekuensi lain dari Keppres tersebut, saya harus melepas posisi komisaris independen PT Asuransi Bangun Askrida, yang seharusnya masa kerjanya empat tahun (2018-2024). Selama masa pendemi Covid-19, kegiatan persidangan DKPP banyak dilakukan secara daring. Terlalu banyak waktu di rumah, maka saya putuskan mengikuti program kuliah blended di Fakultas Hukum Universitas Islam As-Syafi’iyah UIA). Hasilnya, selain ijazah dan gelar SH, juga skripsi yang berkembang menjadi buku Tanggung Jawab Dewan Komisaris dalam Skandal Rp 16,8 Triliun PT Asuransi Jiwasraya.

Bersama penulis lain atau sendiri, saya telah menghasilkan tiga puluhan buku dan laporan penelitian tentang demokrasi dan pemilu yang diterbitkan Kemitraan, Perludem, dan penerbit perguruan tinggi. Selain menulis artikel opini di media yang saya pimpin, saya juga menulis untuk beberapa media cetak, seperti Kompas, Media Indonesia, dan Jawa Pos.

Skripsi saya yang berjudul Perlawanan Pers Mahasiswa: Protes Sepanjang NKK/BKK (1978-1991) diterbitkan Sinar Harapan Press (1998); tesis saya berjudul Politik Perempuan Pasca-Orde Baru: Koalisi Perempuan Kebijakan Afirmasi Pemilu Legislatif diterbitkan rumahpemilu.org (2014), dan terakhir saya menulis Demokrasi dan Pemilu: Negara, Pemerintah, dan Partai Politik, diterbitkan Perludem (2021).