HOME / Tulisan

Lebaran Sepi dan Mencemaskan

31 Mar 2025

Lebaran Sepi dan Mencemaskan

Selamat merayakan lebaran. Mohon maaf lahir batin. Lebaran kali ini lebih sepi, tiada kegembiraan. Hari-hari ke depan mencemaskan.

Dengan mobil, kami sekeluarga meninggalkan Jakarta menuju Pekalongan, Rabu (26/3/2025) siang. Tersendat di tiga titik karena mobil mogok, selebihnya jalan tol lancar. Termasuk ngecas listrik di Rest Area KM 229A. Tidak perlu antri.

Menurut petugas di SPKLU, mudik akhir tahun lebih ramai daripada mudik lebaran kali ini. Saya rasakan juga begitu.

Jadi inget omongan kawan. Katanya, ekonomi lagi susah, berlebaran juga tak bergairah.

Tetapi saya gak begitu saja percaya. Mudik sekali setahun, masa’ dilewatkan. Jika jalanan sepi, mungkin karena masa libur panjang. Perjalanan mudik tersebar di banyak hari.

Namun, Minggu (31/3/2025) pagi, saat mengikuti sholat id di masjid desa, saya merasakan tak ada gairah. Jamaah tidak seramai tahun-tahun sebelumnya. Saya datang terlambat pun masih kebagian tempat sholat di dalam masjid.

Saya perhatikan jamaah di sekeliling, tak banyak yang pakai baju baru. Sepertinya banyak orang kota tak pulang kampung. Tetangga membenarkan.

Jangan-jangan memburuknya ekonomi sudah dirasakan semua lapisan masyarakat.

Saya jadi cemas. Saya bekerja di perusahaan swasta bergerak di jasa keuangan. Sangat sensitif terhadap perubahan ekonomi. Produksi Januari dan Februari turun drastis. Direksi berharap setelah lebaran (April) produksi naik lagi.

Indonesia gelap yang diserukan mahasiswa, sepertinya benar adanya. Betul terjadi kontraksi ekonomi global. Tapi kelesuan ekonomi nasional lebih karena faktor dalam negeri.

Pemerintah baru tidak perform: pejabat tidak kompeten, kebijakan berubah-ubah, dan tidak ada kepastian. Omon-omon saja.

Sementara mahasiswa semakin bersemangat melawan (kebijakan) pemerintah. Rasanya baru tahun ini, selama bulan puasa mahasiswa terus-terusan demonstrasi. Bagaimana setelah lebaran nanti?

Tulisan Terkait

didiksupriyanto

didiksupriyanto